NHW #1 Adab Menuntut Ilmu-Kelas Matrikulasi IIP Batch 4 Bekasi 1

by - 11:10 PM

Senin 15 Mei 2017 yang lalu, kami para peserta kelas matrikulasi IIP batch #4 Bekasi #1 mendapat materi pertama yaitu Adab Menuntut Ilmu. Materi ini disusun oleh Tim Matrikulasi-Institut Ibu Profesional. 

Sesuai jadwal, esok harinya kami mulai diberi tugas yang dikenal dengan istilah Nice Home Work. Karena ini tugas pertama makanya postingan ini saya beri judul NHW #1. Supaya lebih sistematis, untuk tugas-tugas berikutnya akan saya beri judul yang sama NHW #2, NHW #3 dan seterusnya.
Dalam tugas pertama ini, kami diberi empat pertanyaan yang harus dijawab secara tertulis dan dipublikasikan di blog masing-masing. Berikut ini empat pertanyaan dalam NHW #1.


1. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini.

2. Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut.

3. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?

4. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu,perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut.

Sempat bingung juga sih ini harus jawabnya gimana 😃 Apalagi deadline semakin mendekat dan beberapa teman di grup sudah mulai menyetor tugasnya 😟 Tapi kalau kata fasilitator grup kami, jawaban di NHW tidak ada yang salah, karena kita hanya diminta untuk fokus pada ilmu-ilmu yang memang akan kita tekuni di Universitas Kehidupan ini. Bukan berarti juga kita menjawabnya asal-asalan karena ini akan saling terkait dengan NHW berikutnya. Nah kan tambah pening 😁 Istilahnya aja keren UNIVERSITAS KEHIDUPAN.

Saya coba jawab satu per satu pertanyaan di tugas NHW #1 ini.

1. Tentukan satu jurusan ilmu yang akan anda tekuni di universitas kehidupan ini.
Jika dulu pertanyaan ini diajukan sebelum saya menikah mungkin jawabannya ilmu terkait kepenulisan tentang dunia traveling alias menjadi travel writer 😁 Tapi begitu menikah dan punya anak, sudah pasti jawabannya ILMU PARENTING alias ilmu mengasuh anak, mendidik anak, dan mendampingi anak.

2. Alasan terkuat apa yang anda miliki sehingga ingin menekuni ilmu tersebut.
Kenapa? Karena saya sebagai ibu merasa kurang sekali ilmu dalam pengasuhan anak. Mau masak mie instan aja ada ilmunya, apalagi menjalani peran sebagai ibu, peran seumur hidup. Kita salah dalam pola pengasuhan anak, anak yang akan jadi korban 😢 Saya nggak mau itu terjadi pada anak saya. Anak itu bukan milik kita melainkan titipan Allah SWT. Sesuai kepanjangannya ANAK = Allah Nitip Ama Kita. Bagaimana kita mempertanggungjawabkan titipan Allah ini kelak? Saya ingin memperbaiki cara saya mengasuh anak selama ini yang lebih sering mengedepankan egoisme dan emosi. Kalau ada sikap anak yang bertentangan dengan apa yang saya mau/ anak melakukan kesalahan, istilahnya tanduk langsung muncul di kepala saya, saya langsung murka, nggak ingat lagi yang dihadapin itu bocah umur 3 tahun. Alhasil pesan kenapa saya marah kepada dia mungkin nggak tersampaikan, anak jadi ikutan nangis teriak-teriak, ngeri melihat saya dan mungkin saya sudah menorehkan luka di hatinya. Luka di kulit diobat, luka di hati entah kapan akan bersemayam. Setiap saya habis marah dan anak tertidur, perasaan bersalah dan menyesal muncul. Dalam hati saya berjanji nggak akan mengulangi perbuatan marah-marah saya itu. Tapi hari berikutnya kejadian yang sama terulang kembali. Makanya saya tuh bingung gimana caranya tegas ke anak tapi anak nggak sakit hati karena kena omelan terus dari ibunya, hiks. Untuk menggantikan rasa penyesalan saya, saya sering menghadiahi anak dengan barang-barang seperti mainan dan buku. Entahlah cara saya ini benar atau salah.

3. Bagaimana strategi menuntut ilmu yang akan anda rencanakan di bidang tersebut?
Saya akui karena saya bekerja (Senin sampai Jumat dari pagi sampai sore), saya nggak full mendampingi anak dalam kesehariannya. Ketika pulang kerja, tenaga yang ada hanya sisa-sisa. Jadi ketika anak menuntut haknya (minta ditemani bermain, minta dibacakan buku, minta gendong, dll) sedangkan saya sudah dalam kondisi lelah dan mengantuk, ujung-ujungnya saya emosi. Saat ini saya sedang dalam proses memperbaiki quality time saya bersama anak. 
Beberapa hal yang saya akan lakukan antara lain:
a. Memperbanyak istighfar dan sabar dalam proses mengasuh anak
b. Memperbaiki anger management
c. Berdamai dengan innerchild
d. Mengurangi kuantitas saya memegang gadget pada saat sudah di rumah.
e. Memanfaatkan quality time saat weekend/ hari libur bersama anak
f. Meluangkan waktu untuk membaca referensi terkait ilmu parenting/ pendidikan anak
g. Menyediakan budget untuk membeli buku-buku parenting. Target saya membeli buku Fitrah Based Education karya Harri Santosa.
h. Bergabung dengan komunitas dan mengikuti seminar terkait ilmu parenting untuk menambah ilmu
4. Berkaitan dengan adab menuntut ilmu, perubahan sikap apa saja yang anda perbaiki dalam proses mencari ilmu tersebut.
Dalam rangka menuntut ilmu di universitas kehidupan, beberapa sikap yang harus saya ubah/ perbaiki antara lain:
a. Sikap merasa lebih tahu dan lebih paham dari orang lain.
b. Inkonsistensi
c. Sering menunda-nunda pekerjaan
d. Sikap menyepelekan ilmu yang diberi orang lain, tidak bersungguh-sungguh dalam mempelajari ilmu
e. Setelah mendapat ilmu baru, tidak pernah pernah direview sehingga lama-lama malah lupa dan tidak diaplikasikan


Huft...menges juga ya ini ngerjain tugasnya hehehe....Baru juga tugas pertama, masih menunggu tugas-tugas berikutnya. Semoga semangat saya dalam memperbaiki diri sebagai diri sendiri, istri dan ibu terus berkobar, nggak patah semangat di tengah jalan 💓💓💓

Salam,

-Cita-

You May Also Like

0 comments